KARAWANG, PARASRIAU.COM – Ketua Umum Lembaga Pembinaan Qiroatil Quran (LPQQ) Indonesia, Ustadz Mahbub Sholeh Zarkasyi memberikan piagam penghagaan kepada Ketua Forum Kumpulan Rakyat Wanaraya (KURAWA) atas upayanya dalam ikut serta menangani pengentasan buta aksara al-Qur’an dengan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran membaca al-Qur’an bagi kalangan remaja, dewasa dan lansia yang belum bisa membaca al-Qur’an.

Kegiatan pembelajaran membaca al-Qur’an secara Klasikal dengan Metode Ishlah dilaksanakan oleh Pusdiklat LPQQ Indonesia selama 2 hari di Masjid Attaubah, Wanajata, Telukjambe Barat, Karawang Jawa Barat, yakni pada tanggal 12-13 Aguastus 2023 lalu yang diikuti sebanyak 45 peserta serta 7 orang guru ngaji berjalan dengan sukses,

Ustadz Mahbub Sholeh Zarkasyi

Ketum LPQQ Indonesia

Katanya, kegiatan ini terbukti sangat membantu peserta yang belum bisa membaca al-Qur’an menjadi lantang bisa membaca al-Qur’an dengan suara keras dan jelas. Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Karawang melalui Kepala Seksi Bimas Islam yang diwakili Bapak Sobari, S.Ag selaku Kepala KUA Telukjambe Timur. 

Ketum LPQQ Indonesia, Ustadz Mahbub Sholeh Zarkasyi menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Forum KURAWA. ist.

Sobari, S.Ag mengungkapkan, kegiatan pembelajaran secara klasikal ini sangat luar biasa dan menjadi solusi dalam pengentasan buta aksara al-Qur’an di zaman sekarang. “Dulu waktu saya kecil mengaji, kami berlomba untuk lebih dulu berangkat ke musholla agar bisa duluan dapat memukul bedug. Bangga rasanya bisa mukul bedug Sholat Magrib. Tapi di zaman sekarang mayoritas anak-anak sampai lansia lebih suka bermain game. Gerakan LPQQ ini harus kita dukung bersama-sama agar warga Muslim yang belum bisa membaca al-Qur’an mendapatkan kesempatan untuk belajar membaca al-Qur’an,” harapnya.

Sementara itu, KH. Enay Sunarya, S.Ag selaku Ketua MUI dan Hendar, SE selaku Sekretaris Desa (Sekdes) Wanajaya dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan ucapan terima kasih kepada Forum KURAWA yang telah mempelopori kegiatan pengentasan buta aksara al-Qur’an bagi masyarakat Desa Wanajaya khususnya. “Saya pribadi masih belum pandai membaca al-Qur’an,” ungkap Sekdes yang juga aktif mengikuti kegiatan pembelajaran membaca al-Qur’an Metode Ishlah ini hingga selesai. 

Sekdes yang merupakan seorang Sarjana Ekonomi ini menyatakan akan memfasilitasi dan membantu pelaksanaan kegiatan seperti ini secara berkelanjutan.

Ketua Umum LPQQ Indonesia, Ustadz Mahbub Sholeh Zarkasyi yang menghadiri dan menyaksikan langsung kegiatan pembelajaran membaca al-Qur’an Klasikal mengaku sangat bangga dan bahagia dengan kehadiran para peserta yang belum bisa membaca al-Qur’an dari kalangan remaja, dewasa dan lansia dalam kegiatan ini. 

“Untuk mendapatkan maghfiroh, rahmat dan ridlo Allah kelak di akhirat, tidak akan cukup dengan mengandalkan amal ibadah selama hidup kita yang terkadang dibarengi dengan sikap riya yang dapat menggugurkan pahala. Sehingga kita sangat membutuhkan syafa’at dan keberkahan dengan belajar dan mengajarkan al-Qur’an,” pintanya.

Dalam acara tersebut, Ketua Umum LPQQ Indonesia juga memberikan Piagam Penghagaan kepada Ketua Forum KURAWA atas upayanya dalam ikut serta menangani pengentasan buta aksara al-Qur’an dengan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran membaca al-Qur’an bagi kalangan remaja, dewasa dan lansia yang belum bisa membaca al-Qur’an.

“Memfasilitasi, membantu dalam melaksanakan pembelajaran al-Qur’an adalah bentuk ibadah yang sangat istimewa dan luar biasa yang pahalanya tidak akan gugur walaupun dibarengi dengan niat dan tujuan atau kepentingan lain,” ungkap Ketum seraya menambahkan bahwa semua yang terlibat dalam kegiatan ini mendapatkan sepuluh kebaikan dari setiap huruf al-Qur’an sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW,” pungkasnya. (*/pr2)

Editor: M Ikhwan

sumber: parasriau